Posted January 4th, 2012 by anca
Tags:
Populerkan.com - Arogansi kepolisian saat berhadapan dengan massa di Sape Bima Nusa Tenggara barat (NTB) terbukti saat Komnas HAM melakukan penyidikan kelapangan, Sehingga Komnas HAM memandang tindakan represif yang dilakukan polisi saat mengamankan massa di Bima NTB dipandang sangat berlebihan,tindakan kepolisian itu dipandang Komnas Ham seperti preman pembunuh bayaran berdarah dingin.
"Tindakan kepolisian yang menembaki warga dari jarak dekat dan memukuli warga sampai berdarh darah, bahkan menggilas warga pake Sepeda Motor trail itu sudah hampir seperti Preman pembunuh Bayaran berdarah dingin yang tidak punya prikemanusiaan."jelas Ridha Saleh Ketua Tim Investigasi Komnas Ham di Jakarta (3/1/2012).
Bahkan menurut Ridha, akibat kearoganan Polisi tersebut Komnas HAM merilis tiga kategori Korban, yakni meninggal dunia, korban luka tembak dan korban luka kekerasan. Seorang korban luka kekerasan bahkan ada yang digilas dengan motor trail milik Dalmas anggota polisi.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komnas HAM sekaligus Ketua Tim Pemantau dan Penyidikan bentrok di Bima, Ridha Saleh, saat menggelar jumpa pers di kantor Komnas HAM, Selasa (3/1/2012).
Dikatakannya, warga Bima bernama Syahbudin (31) menjadi korban kekerasan setelah dilindas dengan motor trail oleh seorang anggota polisi tanpa alasan yang jelas. "Perut korban (Syahbudin) sempat dilindas dengan motor trail oleh seorang anggota polisi yang berpakaian lengkap dan membawa senjata. Saat dibawa ke ambulans, korban juga masih mendapatkan pemukulan dan tendangan, yang menyebabkan mulutnya berdarah," terang Ridha.
Ridha menjelaskan ada juga seorang warga bernama Awaludin Anas (22) yang masih dipukul dan diinjak setelah tidak dapat lari dari kepungan polisi karena kakinya telah tertembak.
"Foto-foto ini adalah korban kekerasan polisi. Yang luka di kepala itu, karena dipukul dengan ujung pistol," kata Ridha sambil menunjukkan foto dan rekaman video tindakan represif polisi saat bentrok di Bima.
Komnas HAM dalam kesempatan tersebut, juga membeberkan fakta ada seorang warga Bima yang sudah pingsan karena dipukuli, masih ditembak dari jarak dekat dan mengakibatkan luka di paha kanan.
"Yang sudah pingsan kemudian ditembak itu namanya Hasanudin (38). Ia dipukul dengan senjata pada bagian alis kiri. Dipukul dengan ujung pistol pada bagian kepala atas, kemudian diseret yang menyebabkan punggung luka. Saat tidak sadar, korban masih ditembak dari jarak dekat dan luka pada paha kanan," tandasnya.
Lanjut Ridha, Sehingga kami dari Komnas HAM meminta agar semua anggota polisi yang bertugas di Lokasi tersebut Mulai dari Anggota Bintara,Kapolres dan Kapolda NTB agar bertanggung Jawab atas teragedi Bima tersebut."ujarnya. (Erwin Siregar)
(sumbawanews.com/populerkan.com)